Laporan Praktikum Fisika Resultan Gaya Sejajar



HALAMAN PENGESAHAN

Laporan praktikum Fisika ini dibuat guna memenuhi tugas fisika semester 2 Tahun Pelajaran 2013/2014

Disusun Oleh :

Besse Fatimah
XI. IPA A


Telah disahkan pada hari Kamis, 21 Mei 2014


Pembimbing



Dwi Rahma Suswanti, S.Pd
NIP.



KATA PENGANTAR


Puji syukur dipanjatkan ke hadirat Allah Yang Maha Esa yang telah memberikan berbagai macam kenikmatan-Nya yang maha luas, serta kasih yang tiada henti yang diberikan kepada semua makhluk-Nya tanpa pernah pilih kasih. Atas dasar nikmat itu sehingga Saya dapat menyusun laporan praktikum ‘Resultan Gaya Sejajar’  hingga selesai.
Penyusunan laporan ini sebagaimana suatu komponen dan syarat untuk memenuhi tugas Fisika. Mudah-mudahan dengan adanya laporan praktikum ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin membaca, dan memahaminya. 
Saya menyadari bahwa laporan ini dapat diselesaikan berkat bantuan dari beberap pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Dwi Rahma Suswanti, S.Pi selaku pembimbing laporan praktikum ini yang telah banyak memberikan penjelasan, arahan dan bimbingan secara teknis dalam pembuatan laporan praktikum serta motivasi dan semangat dalam pengerjaannya.
Saya juga berterima kasih kepada rekan-rekan yang telah membantu demi terselesaikannya penyususnan laporan praktikum ini. Oleh karena itu Saya menggharapkan adanya saran dan kritik yang bersifat membangun.
Selanjutnya, saya menjadikan laporan praktikum ini sebagai bukti tertulis, dimana hasil percobaan yang kami lakukan tidaklah berbeda dengan hasil perhitungan secara teoritis.
Akhir kata, saya berharap agar laporan ini bisa bermanfaat dan juga diperhitungkan sebagai referensi bacaan yang berguna, terlebih khusus untuk adik-adik kelas angkatan kemudian.





Tanah Grogot, 21 Mei 2014



Penulis


Besse Fatimah


DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN      ................................................................................           1
KATA PENGANTAR                  ................................................................................           2
DAFTAR ISI                                  ................................................................................           3
BAB I PENDAHULUAN
A.    TOPIK PEMBICARAAN................................................................................                   4

B.     TUJUAN PERCOBAAN ................................................................................           4     

C.    DASAR TEORI                 ................................................................................        4-5
BAB II PANDUAN PERCOBAAN SEKOLAH  MENENGAH  UMUM
A.    NOMOR  PERCOBAAN ................................................................................           6

B.     TOPIK  PERCOBAAN    ................................................................................           6

C.    TUJUAN PERCOBAAN ................................................................................           6     

D.    ALAT DAN BAHAN        ................................................................................           6
                                            
E.     PERSIAPAN PERCOBAAN...........................................................................           7

F.     LANGKAH PERCOBAAN.............................................................................        7-9

G.    HASIL PENGAMATAN  ................................................................................           9
BAB  III  PENUTUP
                                            
A.    KOMENTAR                     ................................................................................         10

B.     KESIMPULAN                 ................................................................................         10

C.    LAMPIRAN                       ................................................................................    10-11





BAB I
PENDAHULUAN

A.                TOPIK PERCOBAAN
Resultan Gaya Sejajar

B.                 TUJUAN PERCOBAAN
Menyelidiki hubungan lengan gaya terhadap posisi resultannya.

C.                DASAR TEORI
Resultan gaya sejajar adalah sebuah agay yang bisa mewakili sekumpulan gaya sejajar serta mempunyai syarat :
1.      Arah yang sama dengan semua gaya tersebut.
2.      Besar sama dengan penjumlahan besar semua gaya.
3.      Garis kerja yang dapat dicari berdasar syarat bahwa momen resultan harus sama dengan penjumlahan momen setiap gaya.
Gaya-gaya sejajar F1 dan F2 dapat dibuat sumbu x yang tegak lurus terhadap gaya-gaya dan titik O adalah titik sembarang yang dijadikan resultan gaya :
R = S Fy = F1 + F2

Sedangkan resultan momennya terhadap titik O adalah :
S G 0 = x1 F1 + x2 F2

Dan jika x adalah jarak dari O ke garis kerja resultan, maka momen dari  resultan terhadap O adalah:

R x = (F1 + F2) x

Biasanya x dapat ditentukan dengan:

SG0=R x

x1 F1 + x2 F2 = (F1 + F2) x

x = F1x1 + F2 x2
F1 + F2
Resultan dari sembarang gaya sejajar dapat ditentukan dengan cara yang
sama degan besar resultannya:
R=SF

Dan jika gaya – gaya itu sejajar dengan sumbu y, maka koordinat x dari
garis kerjanya (resultan) adalah:


x = å Fx = å Fx
F          R


BAB II
Panduan Percobaan Sekolah Menengah Umum

A.    Nomor Percobaan    : MU.14

B.     Topik Percobaan      : Resultan Gaya Sejajar.


C.     Tujuan Percobaan     : Menyelidiki hubungan lengan gaya terhadap posisi resultannya. 


D.    Alat/ Bahan yang diperlukan :

NO.KATALOG
NAMA ALAT / BAHAN
JUMLAH
FME 51.01/01
Dasar statif
2
FME 51.03/03
Batang statif pendek
1
FME 51.04.04
Batang statif panjang
2
FME 51.05/05
Balok penahan
1
FME 51.09/10
Beban 50 gram
6
FME 51.15/24
Katrol kecil (Ø50mm)
2
FME 51.25/37
Benang
1

Batang pensil baru
1

Penggaris
1

http://dc141.4shared.com/doc/hwCoEBv2/preview_html_59c6bca2.png  
E.     Persiapan  Percobaan
Setelah seluruh alat dan bahan disiapkan sesuai daftar di atas, maka:
a.       Rakit statif sesuai Gambar 1.
b.      Rakit balok penahan pada kedua ujung batang statif, kemudian pasang katrol kecil pada masing-masing balok penahan.
c.       Ikatkan tali pada masing-masing ujung pensil, masing-masing ujung tali yang lain diikatkan pada satu beban. Ikatkan tali ketiga secara kendur di tengah-tengah pensil, ujung lainnya diikatkan pada 2 beban.
d.      Pasang kedua benang pada katrol dan atur kedudukan kedua dasar statif dan benang ketiga agar ystem seimbang dan ketiga benang sejajar.

F.      Langkah-langkah Percobaan
a.       Catat massa beban A, B dan C ke dalam tabel.
b.      Ukur panjang DE dan EF kemudian catat ke dalam tabel.

IMG20140508112705.jpg
 

20140515_153214.jpg


c.       Tambahkan 1 beban pada B dan 1 beban pada C.
d.      Ulangi langkah a sampai c dengan penambahan 1 beban.
e.       Geser ikatan tali yang di tengah pensil (yang digantungi C) ystem tali B sehingga tercapai keadaan setimbang yang baru.
f.       Ulangi langkah a dan b
    IMG20140508113639.jpg


 



20140515_153137.jpg

G.    Hasil Pengamatan
a.       Catat hasil pengamatan pada tabel di bawah dan selesaikan isian lainnya:
No.
Ma
Mb
Mc
F1=Wa=(Ma.g)
F2=Wb=(Mb.g)
F3=Wc=(Mc.g)
F1+F2
DE
EF
F1(DE)
F2(EF)
1
0,05m
0,05m
0,1m
0,5 N
0,5 N
1 N
1 N
0,078 N
0,078 N
0,039 Nm
0,039 Nm
2
0,05m
0,1m
0,15m
0,5 N
1 N
1,5 N
1,5 N
0,104 N
0,052 N
0,052 Nm
0,052 Nm

b.      Bagaimana hubungan nilai F1+F2 dengan F3 ?
Berdasarkan tabel percobaan 1 dan 2, nilai F1 dan F2 jika di jumlahkan maka hasilnya sama dengan F3.
c.       Apabila arah F3 ke atas, apakah berlaku F1+F2= F3 ?
Tidak, karena resultan gaya hanya dapat di hitung/ diukur jika resultan gaya F1 dan F2 sama besar.
Jika arah F3 ke atas maka yang berlaku ialah RF=F1+F2+F3, jadi F1+F2=RF-F3. Itu dikarenakan arah gaya semuanya sama jika arah F3 ke atas. Tetapi jika arah F3 ke bawah sesuai dengan praktikum kami kali ini maka F3 berfungsi sebagai pusat rotasi. Jika dalam ystem jungkat-jungkit di sebut titik tumpu.
d.      Bagaimana hubungan F1(DE) dengan F2(EF)
F1(DE) = F2(EF) , karena dalam resultan gaya sejajar (ketiga benang sejajar). F1(DE)= torsi 1 dan F2(EF)= torsi 2.
Jadi dalam sisitem ini, untuk mencapai resultan gaya sejajar (ketiga benang sejajar) maka haruslah F1(DE) = F2(EF). Sama dengan sisitem jungkat-jungkit, lengan gaya sangat berpengaruh terhadap gaya(beban)
Untuk mencapai kesetimbangan.



BAB III
PENUTUP
A.    Komentar :
1.      Kami mengalami kesulitan saat menyeimbangkan beban maka di perlukan kesabaran,  kecermatan dan ketelitian.
2.      Ketelitian dalam mengukur kami sarankan agar lebih teliti karena dalam percobaan kali ini sedikit saja terjadi selisih pengukuran maka akan mempengaruhi hasil perhitungan percobaan.
3.      Pada percobaan ini, keadaan ketiga beban harus seimbang.
4.      Harus dilakukan pencarian titik keseimbangan yang baru setiap menambah beban baru di titik-titik beban tersebut.
5.      Jarak titik-titik sebelum dan sesudah diberi beban baru, harus dihitung.
6.      Pada saat menambahkan beban pada percobaan ke 2, tahanlah pergerakan katrol agar tidak berubah secara drastic, sehingga akan mempermudah ketika kita menentukan keseimbangan pada saat setelah penambahan beban.

B.     Kesimpulan :
Dari hasil penelitian/ pengamatan kami berdasarkan tabel yaitu :
1.     Jika F1 dijumlahkan dengan F2 maka akan menghasilkan nilai yang sama dengan F3 (F1+F2=F3). Dengan syarat yang terjadi adalah ketiga benang dalam keadaan sejajar.
2.     Jika F3 arahnya ke atas, maka F1+F2F3 karena resultan gaya hanya dapat di ukur jika gaya F1 dan F2 sama besar.
Jika arah F3 ke atas maka yang berlaku ialah RF=F1+F2+F3, jadi F1+F2=RF-F3. Itu dikarenakan arah gaya semuanya sama jika arah F3 ke atas. Tetapi jika arah F3 ke bawah sesuai dengan praktikum kami kali ini maka F3 berfungsi sebagai pusat rotasi. Jika dalam sistem jungkat-jungkit di sebut titik tumpu.
3.     Karena sistem kerjanya sama dengan sistem kerja jungkat-jungkit, maka z1=z2 untuk menjadikan ketiga benang menjadi sejajar (resultan gaya sejajar) atau dalam sistem jungkat-jungkit adalah seimbang.

C.    Lampiran
IMG20140508113607.jpg             IMG20140508115725.jpg

IMG20140508120005.jpg              IMG20140508115732.jpg

IMG20140508113635.jpg



Komentar

  1. semoga bermanfaat bagi teman-teman semua

    BalasHapus
  2. Makasih kak, betewe itu gelar guru pembimbing di halaman pengesahan sama di kata pengantar kok beda ya? Yang bener yang mana?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer